Menikmati Nuansa Romansa di Single Terbaru Deredia Berjudul “Malam Bergelora”

MUSIC RELEASE

Deredia, grup musik bergaya ‘50-an asal Jakarta, kembali menyapa pendengarnya lewat single baru bertajuk “Malam Bergelora”, hasil kerja sama dengan label rekaman demajors.

“Malam Bergelora” mengisahkan sepasang kekasih yang sedang menikmati indahnya langit bertabur bintang di sebuah taman, ditemani angin yang sejuk. Suatu hubungan yang intim antara dua sejoli.

“Setiap orang pasti punya wangi khasnya sendiri. Wangi-wangian juga selalu membawa kita ke suatu memori. Momen indah bersama sang kekasih pasti akan terngiang saat mencium parfum yang ia pakai. Makanya aku selipkan bait ‘harum manis tubuhmu merasuki memori’,” ujar Louise, sang vokalis yang sangat menyukai wewangian.

Notasi “Malam Bergelora” disusun secara bersama-sama oleh seluruh personil Deredia, mereka adalah Louise Monique (vokal), Raynhard Lewis (keyboard), Yosua Simanjuntak (gitar), Papa Ical (bass), dan Aryo Wicaksono (drum). Kemudian dilanjutkan dengan penulisan lirik oleh Louise pada pertengahan tahun 2018.

“Lagu ini didominasi oleh instrumen Celesta. Alat musik ini lahir di akhir abad ke-18 dan populer lagi dalam album Frank Sinatra di era 1950-an. Celesta artinya surgawi, diambil dari bahasa Prancis, celeste,” jelas Yosua, sang gitaris.

Agar lagu ini terasa intim di kuping pendengar, Louise bernyanyi dengan berbisik hampir sepanjang lagu. Proses ini direkam menggunakan mikrofon khusus untuk mencapai hasil terbaik. Lagu pun semakin mantap dengan tambahan melodi piano klasik ala pasca kemerdekaan yang dimainkan oleh Raynhard.

Drum direkam di Recital Hall milik Harmoni Musik di kota Bogor dengan alat rekam yang disediakan oleh Chandracom. Uniknya, meski Deredia memiliki gitaris, lagu ini tidak menggunakan gitar di dalamnya.