LaMunai Records Merilis Album Ketiga Harry Roesli Gang Sebagai Penutup Dari Trilogi Album Awal Sang Maestro

MUSIC RELEASE

Pada 17 Maret 2017 album pertama dari Harry Roesli Gang bertajuk Philosophy Gang telah dirilis ulang oleh LaMunai Records dalam format vinyl dan CD. Album ini didistribusikan secara merata di beberapa negara bagian Asia dan Eropa Barat. Rilisan ulang Philosophy Gang mendapat atensi yang sangat baik dari penikmat musik di dalam negeri maupun mancanegara.

Setahun kemudian, 20 Mei 2018, LaMunai Records kembali merilis album Ken Arok, salah satu dari trilogi album (Philosophy Gang, Titik Api, Ken Arok) Harry Roesli Gang secara terbatas sebanyak 333 kopi. Setelah 41 tahun album Ken Arok dirilis pertama kali—oleh Eterna Records pada tahun 1977—dalam bentuk kaset, LaMunai Records merilis ulang album ini dalam format vinyl dan CD.

Di bulan Maret 2020, LaMunai Records akhirnya kembali merilis album kedua dari Harry Roesli Gang – Titik Api, sebuah album yang menjadi penutup, melengkapi rangkaian trilogi album awal dari Harry Roesli Gang. Titik Api mungkin tidak sepopuler Ken Arok ataupun Philosophy Gang untuk pendengar di Indonesia pada saat itu, album ini pertama kali dirilis oleh Majalah

Aktuil pada tahun 1976. Meski demikian, Ken Arok menjadi salah satu album dari Indonesia yang menjadi antisipasi pendengar musik dunia barat untuk saat ini, dan akan di distribusikan merata di Asia, Eropa Barat dan Amerika melalui media piringan hitam.

Pada prosesnya, album Titik Api tercipta untuk memperingati satu tahun pagelaran Opera Rock – Ken Arok yang dipentaskan pertama kali di Dago Tea House, Bandung. Karena alasan inilah kenapa LaMunai memilih untuk merilis Titik Api di bagian akhir dari trilogi Harry Roesli Gang, album ini adalah penyempurnaan dari musik Philosophy Gang dan Ken Arok. Sebuah perkawinan silang yang optimal antara musik timur dan barat yang saat itu sangat digandrungi (musik rock barat) oleh semua masyarakat muda Indonesia.

Di album ini, anda akan dibuai dengan sebuah fusi antara nada rock dari raungan gitar, keyboard dan drum dengan bebunyian organik dari gamelan, rebab, angklung sampai bel sepeda, semua diaduk dan dikemas dengan sangat baik oleh Harry Roesli Gang.

Kami berharap dengan dirilisnya album ini dapat menjadi sarana nostalgia bagi para pendengar & fans Harry Roesli Gang, serta tentunya, yang terpenting adalah dapat menambah referensi dan informasi musik nusantara bagi pendengar muda saat ini.